Kabar Berita Terbaru, Berita Viral, Berita update hari ini, Berita terbaru hari ini

Wabah Covid-19 di Indonesia Tengah Berada Dipuncak, di 20 Juni 2020 99 Persen Pandemi Akan Berakhir


Pandemi virus corona masih terjadi hampir diseluruh dunia.

Di Indonesia tersendiri, tercatat penderita positif covid-19 ini sudah menyentuh angka 9.511 jiwa.

Mesmi begitu, pandemi covid-19 di Indonesia tengah mencapai puncak dan diprediksi bakal berakhir pada bulan Juli 2020.

Ilmuwan dari Universitas Teknologi dan Desain Singapura (SUTD) memprediksi wabah Covid-19 di Indonesia sedang memasuki masa puncak dan akan berakhir pada Juni 2020.

Prediksi yang dibuat oleh Laboratorium Inovasi Berbasis Data (DDI SUTD) itu ditampilkan dalam situs resminya dengan judul "Kapan Covid-19 Berakhir?".

Situs tersebut melakukan pemantauan perkembangan Covid-19 di puluhan negara, termasuk Indonesia.

Disebutkan dalam situs tersebut, tim menggunakan perhitungan dengan model SIR, akronim dari susceptible (rentan)-infected (tertular)-recovered (sembuh) untuk memperkirakan kurva pandemi virus Corona di suatu negara dan kapan akan berakhir. Ahli menggunakan pengkodean dari Milan Batista dan data dari Our World in Data.

Untuk Indonesia, tim dalam studi ini menuliskan bahwa puncak pandemi adalah tanggal 19 April 2020. Sementara itu, pandemi di Tanah Air 97 persen berakhir pada 4 Juni 2020 dan 99 persen berakhir pada 20 Juni 2020.

Dalam situs SUTD, tim mengatakan bahwa pelaporan ini hanya bertujuan untuk penelitian dan edukasi, yang mungkin memiliki kesalahan.

"Pembaca harus mencerna prediksi apa pun dengan hati-hati. Terlalu optimis dengan perkiraan tanggal kapan akan berakhir akan menjadi berbahaya dan dapat melonggarkan disiplin serta kontrol diri, dan justru perputaran virus dapat terus terjadi," tulis tim dalam situs mereka.

Tanggapan pakar epidemiologi UI

Berkaitan dengan prediksi ini, Kompas.com pun meminta tanggapan pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono.

Pandu mengaku bingung ketika membaca laporan SUTD tersebut. Pasalnya, tim yang terlibat dalam studi berhasil menentukan kapan tepatnya pandemi Covid-19 berakhir, hingga mengetahui tanggal berapa.

"Biasanya yang didapat (dari model simulasi) adalah perkiraan bulan, atau pada minggu ke berapa dalam bulan tersebut. Bukan tanggal," kata Pandu kepada Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Berkaitan dengan ini, Pandu pun enggan berkomentar lebih jauh.

Dia justru berkata, tanggal itu sebaiknya dijadikan target kita bersama dalam memerangi Covid-19.

Terlebih Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjanjikan di bulan Juli nanti masyarakat dapat hidup normal.

"Gugus Tugas berkata Juni (pandemi Covid-19) bisa berakhir dan Juli kembali normal. Ini mereka sudah janji, dan harus dibuktikan," ungkapnya.

Sebagai pengingat, Senin (27/4/2020) Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan kehidupan masyarakat dapat kembali normal pada bulan Juli.

"Presiden menegaskan berulang kali tentang pentingnya upaya kita untuk melakukan tes masif pada April dan Mei. Ini dilanjutkan dengan pelacakan yang agresif serta isolasi yang ketat," kata Doni melalui konferensi video usai rapat bersama Presiden Joko Widodo, Senin (27/4/2020).

"Agar pada Juni mendatang kita mampu menurunkan kasus covid di Indonesia, sehingga pada Juli diharapkan kita sudah bisa mulai mengawali hidup normal kembali," kata dia.

Untuk sampai ke target tersebut apa yang harus dilakukan?

Pandu mengatakan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) merupakan upaya nyata yang menunjukkan hasil.

Oleh sebab itu, pemberlakuan PSBB sebaiknya dilakukan di seluruh wilayah Indonesia tanpa kecuali, mengingat penyebaran Covid-19 ini juga sudah merata di Tanah Air.

Doni Monardo pun mengatakan, penyebaran virus corona di DKI Jakarta semakin mengalami perlambatan dari waktu ke waktu setelah PSBB diterapkan.

"Kami jelaskan juga khusus DKI, perkembangan yang terakhir kasus positif telah mengalami perlambatan yang sangat pesat," kata Doni seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, kemarin.

"Saat ini sudah mengalami flat dan kita berdoa semoga tidak terlalu banyak lagi kasus positif yang terjadi," lanjut dia.

Doni menyatakan, perlambatan penularan di DKI terjadi karena penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah berjalan dengan baik.

Dengan PSBB, maka kegiatan masyarakat yang berpotensi menularkan virus dibatasi.

Dikatakan Pandu, jika PSBB diakui dapat memutus mata rantai penyebaran virus, maka hal ini harus dilakukan di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk mencapai target, bulan Juni pandemi Covid-19 di Indonesia benar-benar berakhir.

Selain PSBB, tes masif juga harus dilakukan di seluruh lapisan masyarakat untuk mengetahui pasti berapa orang yang terinfeksi Covid-19 dan ada upaya penanganan untuk pasien positif.

"Janji gugus tugas itu harus ditepati, agar target tercapai," ungkap Pandu.

Menurut data Worldmeters, jumlah tes yang dilakukan Indonesia hingga hari ini masih sangat kecil.

Total baru 75.157 tes yang dilakukan, atau hanya 275 per satu juta penduduk yang melakukan tes.
Share:

No comments:

Post a Comment

Tekan Tombol Follow untuk mendapatkan Update terbaru

Artikel Terpilih

Powered by Blogger.

Blog Archive