Kabar Berita Terbaru, Berita Viral, Berita update hari ini, Berita terbaru hari ini

7 Cara Mengatasi Stres saat Jadi Pengangguran


Menyandang status pengangguran saat baru lulus kuliah, berhenti kerja, atau menanti panggilan kerja yang tak kunjung datang merupakan momentum berat.

Melansir Psychology Today, dampak pengangguran dapat meningkatkan risiko stres, depresi, sampai gangguan kecemasan.

Dalam kondisi menganggur, kualitas kesehatan mental dan tingkat kepuasan hidup seseorang juga merosot.

Pasalnya, pengangguran cenderung khawatir akan situasi keuangannya.

Orang yang menganggur juga harap-harap cemas menunggu kepastian kapan menemukan pekerjaan baru.

Beberapa orang yang menganggur dapat menyesuaikan situasi sulit tersebut.

Mereka mampu melihat momentum sulit itu hanya berlangsung sementara, dan menyadari situasinya di luar kendali mereka.

Namun, sebagian orang merasakan status pengangguran tersebut membuat mereka frustasi atau putus asa.

Sebelum situasi sulit ini mengganggu kesehatan fisik dan mental, ada baiknya orang yang menganggur segera mencari solusinya.

Berikut beberapa cara mengatasi stres saat sedang menganggur:

1. Menerima masa sulit

Salah satu yang penting dalam masa menganggur adalah mengatakan pada diri sendiri: Anda berhak merasa sedih, cemas, marah, atau bingung.
Perasaan tersebut lumrah saat seseorang sedang mengalami masa sulit.

Setelah menyadari dan bisa menerima masa sulit itu, Anda siap untuk melangkah menentukan strategi selanjutnya.

2. Susun perencanaan

Hanya karena kehilangan atau belum mendapatkan pekerjaan, bukan berarti kehidupan Anda berakhir.

Saatnya melangkah ke depan. Luangan beberapa jam waktu Anda dalam sehari untuk berburu pekerjaan baru.

Susun CV yang memikat, hubungi orang-orang yang berpotensi mengembangkan jaringan pekerjaan untuk Anda, atau rajin-rajin melihat iklan lowongan pekerjaan di bidang Anda.

Proses ini membutuhkan ketekunan. Bangun rasa optimistis sehingga Anda tidak gampang menyerah sampai menemukan tempat baru.

Siapa tahu, dalam proses penantian panjang ini justru tercetus ide bisnis mandiri, sehingga Anda tak perlu lagi menjadi karyawan.

3. Sediakan waktu bersenang-senang untuk diri sendiri

Walaupun Anda menganggur, Anda tidak harus terus-terusan murung atau bersedih.

Selain mengisi aktivitas sehari-hari dengan berburu pekerjaan baru, Anda bisa mengerjakan kegiatan yang menarik dan tak sempat Anda kerjakan saat bergulat dengan tenggat.

Bila perlu, kerjakan kembali hobi lama Anda yang positif atau mulai hal baru yang menyenangkan.
Tambahkan aktivitas olahraga sehingga badan Anda tetap sehat dan meminimalkan ruang untuk melamun.

Ajak teman makan siang bersama, ambil kursus, membaca buku, atau bepergian.

Anggap saja, waktu selama menunggu panggilan kerja ini seperti cuti panjang dari pekerjaan sebelumnya.

4. Berhenti merendahkan diri sendiri

Salah satu beban utama saat sedang menganggur adalah mengkritik diri sendiri.

Hilangkan pikiran negatif tersebut dari benak Anda. Kehilangan atau belum mendapatkan pekerjaan
tidak menjadikan Anda seseorang yang kalah.

Sebelum terus-menerus menyalahkan diri sendiri, coba posisikan diri Anda sebagai orang yang sedang melihat orang asing tengah berjuang melewati masa sulit.

Dengan memposisikan diri sebagai orang lain, Anda jadi mampu berbaik hati pada diri sendiri.

5. Jangan terus-terusan direnungkan

Banyak pengangguran yang menghabiskan waktunya untuk merenung dan merajut pikiran negatif.
Renungan negatif Anda tidak dapat mengubah situasi. Justru, jika Anda aktif bergerak atau menyusun strategi, mungkin ada dampak positifnya bagi diri Anda.

Paling tidak, selama masa rehat panjang dari tanggung jawab pekerjaan ini Anda bisa bersenang-senang, memiliki kemampuan baru, atau membangun jaringan baru.

6. Bergabung dengan komunitas

Selama menganggur, jangan sering-sering mengasingkan diri atau menghabiskan waktu sendirian.
Bergabunglah dengan komunitas sesuai minat Anda. Jika sulit menemukannya di sekitar tempat tinggal, Anda bisa mencarinya di media sosial.

Bila perlu, libatkan diri dalam organisasi profesional, kelompok lingkungan, atau kegiatan terorganisir lain yang dapat memberikan rasa terhubung dan kehadiran Anda dihargai.

7. Bantu orang lain

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rasa keterasingan atau tidak berdaya adalah menemukan orang lain yang membutuhkan bantuan Anda.

Dengan begitu, Anda bisa merasa berarti. Tak perlu muluk-muluk, lakukan kebaikan sederhana untuk orang sekitar.

Bila perlu, Anda juga bisa menjadi sukarelawan tetap di suatu yayasan atau organisasi sosial.
Jika beberapa cara di atas sudah dijajal dan belum mempan, Anda dapat berkonsultasi pada profesional di bidang kesehatan mental.
Share:

No comments:

Post a Comment

Tekan Tombol Follow untuk mendapatkan Update terbaru

Artikel Terpilih

Powered by Blogger.

Blog Archive