Kabar Berita Terbaru, Tutorial, Aplikasi Pada Ponsel, Software, BISNIS TERBARU TANPA MODAL

Amalan Dzikir yang Ringan di Lisan Berat di Timbangan, Umat Islam Wajib Tahu !!!


Wahai kawan-kawanku perlunya kita pahami dalam kehidupan kita, bahwa ada kebiasaan dimana ini yang sering kita lakukan namun, menganggapnya hal yang biasa-biasa saja.

Ringan di lisan dan Berat di Timbangan dua kalimat ini mengandung hal yang sangat baik dalam kehidupan sehari-hari dan ketika kita kembali kepadaNya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ ، خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Dua kalimat yang dicintai oleh Ar Rahman, ringan diucapkan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) yaitu subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim (Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia).” (HR. Bukhari no. 7563 dan Muslim no. 2694)






PENJELASAN

Hadits ini termasuk hadits mulia yang membicarakan fadhilah amalan, keutamaan suatu amalan.

Beberapa diantaranya adalah ;

1. Kalimat yang sempurna disebut dengan ' al kalimah '. 
2. Dzikir di-lisan adalah ibadah yang paling ringan. Oleh karenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


اَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Hendaknya lisanmu senantiasa basah dengan dzikir pada Allah.” (HR. Tirmidzi no. 3375 dan Ibnu Majah no. 3793. Al Hafizh Abu Thohir menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Namun dzikir yang lebih sempurna adalah dzikir dengan hati dan lisan.
3- Allah mencintai kalimat yang thoyyib (yang baik).
4- Penetapan sifat cinta (mahabbah) bagi Allah.
5- Penetapan nama Allah: Ar Rahman (Maha Pengasih), Al ‘Azhim (Maha Mulia).
6- Adanya mizan (timbangan) dan amalan manusia akan ditimbang pada hari kiamat.
7- Amalan itu punya berat dalam timbangan. Bisa jadi yang ditimbang adalah amalan itu sendiri yang dibentuk lalu ditimbang, bisa jadi pula catatan amalan, atau bisa pula kedua-duanya.
8- Allah itu suci dari segala ‘aib, segala kekurangan dan cacat. Itulah maksud kalimat ‘subhana’ (Maha Suci).
9- Penggabungan antara bacaan tasbih dan tahmid pada bacaan ‘subhanallah wa bihamdih’. Kalimat tersebut maknanya sama dengan ‘subhanallah wal hamdu lillah’, yaitu Maha Suci Allah dan segala pujian untuk-Nya.
10- Allah memiliki sifat yang sempurna. Itulah kandungan dari kata ‘al hamdu’.
11- Lafazh dzikir itu beraneka ragam. Dalam hadits ini disebut dua macam dzikir sekaligus. Pertama, subhanallah wa bihamdih. Di antara keutamaannya, siapa yang menyebutnya dalam sehari 100 kali, dosa-dosanya akan terampuni walau sebanyak buih di lautan. Sedangkan dzikir kedua, subhanallahil ‘azhim. Kalimat ini ada jika bersambung dengan kalimat lainnya sebagaimana yang ada dalam hadits ini.
12- Keutamaan dua kalimat: subhanallah wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim. Hadits ini menunjukkan kita diperintah memperbanyak bacaan ini. Ini di antara alasan pula disebutkan dalam hadits nama Allah Ar Rahman dari nama-nama Allah lainnya.
13- Dzikir ‘subhanallah wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim’ sudah mengandung bacaan dzikir yang tiga: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar. Ini semua menunjukkan konsekuensinya yaitu mentauhidkan Allah yang terdapat dalam kandungan kalimat ‘laa ilaha illallah’.
14- Meraih keutamaan suatu amalan tak mesti dengan bersusah payah. Keutamaan tersebut kembali pada jenis amalan itu sendiri. Bahkan ada amalan yang tidak ada kesulitan untuk melakukannya, dan itu lebih utama dari amalan yang butuh usaha keras untuk melakukannya.
15- Boleh menggunakan kalimat bersajak selama tidak menyusah-nyusahkan diri.
16- Di antara bentuk penjelasan yang baik adalah mengawali dengan penyebutan keutamaan amalan sebelum menyebutkan bentuk amalan tersebut.
17- Ada suatu kalimat yang berisi berita namun berisi ajakan atau perintah seperti yang ada dalam hadits ini yang berisi ajakan untuk berdzikir.
18- Bukhari sangatlah cerdas. Kitab shahihnya, ia awali dengan hadits niat yang menuntut kita untuk ikhlas dalam beramal. Sedangkan penutup kitab shahihnya, beliau tutup dengan hadits ini untuk menunjukkan bahwa penutup kehidupan adalah dengan dzikir pada Allah. Ini menunjukkan akan baiknya akhir amalan.
Semoga informasi ini memberikan manfaat bagi kita semua, Salam Damai Semoga Kita Bemanfaat Bagi Semesta...

Share:

No comments:

Post a Comment

Tekan Tombol Follow untuk mendapatkan Update terbaru

Artikel Terpilih

Powered by Blogger.

Blog Archive