Kabar Berita Terbaru, Berita Viral, Berita update hari ini, Berita terbaru hari ini

Pemimpin Gerakan Anti-lockdown di AS Positif Covid-19 | Australia-China soal Investigasi Covid-19


Pemimpin gerakan anti-lockdown Carolina Utara, Amerika Serikat (AS), Audrey S Whitlock, tidak bisa mengikuti dua kali unjuk rasa yang dijadwalkan karena dia positif terjangkit virus corona.

Sementara itu, penyelidikan tentang asal-usul Covid-19 membuat Australia dan China bersitegang. Hubungan kedua negara tersebut lebih renggang.

1. Audrey Whitlock, Pemimpin Gerakan Anti-lockdown di AS, Terjangkit Covid-19

Dilansir dari New York Post, Whitlock yang mengelola laman Facebook ReOpen NC memasuki masa karantina selama dua pekan yang berakhir pada Minggu (26/4/2020) setelah positif terjangkit virus corona.

Di laman Facebook itu terdapat keterangan bahwa kebanyakan anggota gerakan anti-lockdown merupakan pemilik bisnis dan karyawan yang kehilangan pendapatan mereka sehingga tidak bisa memberikan hak-hak keluarga mereka.

2. Kronologi Perselisihan Australia-China soal Penyelidikan Asal-usul Covid-19

Awal perselisihan Penyelidikan tentang asal-usul Covid-19, dimulai dari Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne yang mendorong digelarnya penyelidikan menyeluruh atas asal-usul pandemi Covid-19.

Penyelidikan ini termasuk upaya awal penanganan yang dilakukan China di Wuhan. Dukungan pun mengalir terkait usulan ini.

Namun China menolak usulan Australia melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang, China menyebut usulan Australia sama sekali tidak berdasar.

3. Presiden Iran Peringatkan AS, Jangan Melawan Iran Tiap Hari

Presiden Iran Hassan Raouhani pada Rabu (29/4/2020) mengatakan kepada Amerika Serikat ( AS), untuk tidak merencanakan perlawanan ke Iran setiap hari.

Amerika Serikat "sebaiknya tidak merencanakan perlawanan ke Iran setiap hari," ucap Rouhani di tengah ketegangan baru antara kedua negara tersebut di Teluk.

4. Bank Sentral: Singapura Hadapi Resesi Ekonomi Lebih Parah dari Perkiraan Semula

Karena wabah virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19, Singapura akan memasuki resesi tahun ini.

Hal itu mengakibatkan lenyapnya lapangan pekerjaan dan "ketidakpastian yang signifikan" menurut otoritas moneter Sinngapura (MAS) pada Selasa (28/4).

Bergantung pada bagaimana pandemi Covid-19 berkembang dan respons kebijakan di seluruh dunia, pertumbuhan ekonomi Singapura berpotensi menyusut sampai minus 4 persen.
Share:

No comments:

Post a Comment

Tekan Tombol Follow untuk mendapatkan Update terbaru

Artikel Terpilih

Powered by Blogger.

Blog Archive